Posisi matahari hampir tepat berada di atas kepala ketika para
atlet bulu tangkis menginjakkan kaki di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata
pada Kamis (20/7). Meski demikian, hal itu sama sekali tak menyurutkan langkah
tegap mereka masuk menuju gerbang. Prosesi ziarah pun dengan khidmat mereka
jalani meski panasnya matahari terus menyinari.
Empat hari jelang keberangkatan tim Olimpiade Indonesia ke
London, PBSI memutuskan melakukan proses pelepasan di area TMP Kalibata. Acara
ini sendiri terdiri dari peletakkan karangan bunga di Monumen, berdoa, hingga
acara tabur bunga ke sejumlah makam pahlawan.
Acara yang berlangsung sekitar satu jam ini berjalan penuh
khidmat. Pemain terlihat antusias mengikuti acara demi acara karena mereka
sadar benar betapa besarnya jasa pahlawan terhadap keberadaan dan eksistensi
negara bernama Indonesia.
“Jelas saya bangga bisa mengikuti prosesi seperti ini,
apalagi sampai ikut menabur bunga di makam pahlawan yang dulu hanya saya kenal
lewat buku pelajaran saja seperti contohnya Ahmad Yani,” tutur Greysia Polii
seusai acara tabur bunga di jajaran makam para pahlawan revolusi. “Kunjungan ke
sini jelas membuat saya semakin terpacu dan termotivasi di Olimpiade nanti,”
kata Simon Santoso menegaskan.
Memang, acara yang dihelat PBSI di Kalibata kemarin
mempertemukan dua sosok pahlawan. Jika para pahlawan yang telah bersemayam di
TMP Kalibata adalah mereka-mereka yang telah berjuang demi merebut dan
mempertahankan kedaulatan negeri ini, maka sang pengunjung, para atlet, adalah
pahlawan di era modern dimana arena pertandingan didaulat menjadi versi baru
dari medan perang.
“Tentunya kami ingin memberikan yang terbaik di Olimpiade
nanti. Kami ingin bisa meraih medali emas dan mohon doa restu dari semua
masyarakat Indonesia agar kami bisa meraih medali emas,” tutur Tontowi Ahmad
yang akan jadi andalan di nomor ganda campuran bersama Liliyana Natsir.
Keberhasilan atlet di ajang Olimpiade jelas menjadi sebuah
kemenangan suatu bangsa. Dan bagi Indonesia, pasukan bulu tangkis tetap menjadi
tumpuan utama di ‘peperangan’ Olimpiade pekan depan. Persiapan sudah dilakukan
dan kini tinggal menunggu hari pertempuran datang. Selamat berjuang para
pahlawan!
PUTRA PERMATA TEGAR IDAMAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar